^^

I am....

Foto saya
Yogyakarta, DIY, Indonesia
I live Journalistic, I speak Music, I write Paintings, I breath Words. Find me on Instagram as tamikira ! :)
Diberdayakan oleh Blogger.

I love my dad

I love my dad

I love my Mom

I love my Mom



Sabtu, 11 Januari 2014

Year 3000

Tetiba gue inget lagunya Jonas Brothers di hari-hari kelabu yang berair.
Iya. Musim hujan, maksud gue.


One day when I came home at lunchtime
I heard a funny noise
Went out to the back yard to find out
If it was one of those rowdy boys
Stood there with my neighbor called Peter
And a flux capacitor
He told me, he built a time machine
Like one in a film I've seen
Yeah, he said
Ive been to the year 3000
Not much has changed but they lived under water
And your great, great, great granddaughter
Is doing fine, doing fine


Read more: Jonas Brothers - Year 3000 Lyrics | MetroLyrics 


https://soundcloud.com/tamii-kiira/year-3000-chorus-a-cover-from

Minggu, 22 Desember 2013

Njir…

"Purworejo banjir setengah meter. Mobil gak bisa lewat," kata petugas kepolisian lalu lintas desa yg sedang berjaga pada Minggu, 22 Desember 2013, subuh.

Njir, lu bikin susah mobil gue lewat, Njir. Apa-apaan. Gue jalan udah dari pagi kemaren. Ini subuh, Njir. Gue mesti ngejer tanggal 22 ke Starbucks! *tetep yeee*

Njir, gue harus cepet nyampe rumah! Mana ini sinyal gak ada lagi… 

Minggu, 08 Desember 2013

Senyuman Paul dan Segenggam Surga

Senyuman Paul dan Segenggam Surga
Maria Meidiatami Kira


“If one day the speed kills me, do not cry because I was smiling.”
 –Paul Walker

Dia pergi bukan sebagai orang yang memiliki delapan anjing Siberian Husky di daratan Kutub sana.
Dia pergi bukan sebagai mantan polisi.
Dia pergi bukan sebagai pengendara mobil balap yang heroik.

Selasa, 19 November 2013

ABA-ABA

Gulita malam disempurnakan oleh listrik yang padam hampir dua jam lamanya saat “The Conductors” merayap di pikiran. Kilatan bohlam yang perlahan menyala menjadi tanda, awal yang tepat untuk mulai memberi daya laptop, membuka file tugas, lalu mengetikkan kata conductor, sebagai pembuka.


con·duc·tor (k n-d k t r)

noun; Music One who directs an orchestra or other such group.
(kata benda; music Orang yang mengaba-aba sebuah orkestra atau grup sejenis lainnya.)


Rabu, 04 September 2013

Jumat, 16 Agustus 2013

Waktu Yang 'Terbeli'


Gue terduduk kenyang (karena habis makan martabak enak) di depan laptop yang sembari mengeluarkan lagu dan nge-download film.
Gue menyesal karena ada beberapa hal yang harusnya udah kelar tapi gak gue rampungin di kesempatan lalu.
Gue ngerasa segala hal yang berbau waktu udah terbeli menjadi hal-hal yang kurang perlu.

Tapi, hal-hal itu membuat gue menyadari sesuatu.

“Kita hidup di dunia ini berbekal ‘membeli’ waktu.”

Kamis, 15 Agustus 2013

Secangkir Pikiran (Edisi Rambo)


Alkisah terdapatlah temen gue yang duduk di pojokan lorong sebelah sana *nunjuk lorong*. Namanya (sebut aja) Rambo. Gue bakalan memberikan kesaksian tentang hidupnya. Yang mau gue ceritain ini bukan sepenuhnya cerita bahagia. Jadi, kalo lu orang yang mendambakan happy ending, mendingan buru-buru buka post-an gue yang lain.

Ini cerita tentang kehidupan. Kejadian di fase-fase anak muda zaman sekarang. Temen gue, si Rambo, ini memberikan pandangan ke gue tentang relikui menemukan teman spesial. Rambo ini cowok. Di fasenya ini, dia nemuin dua cewek yang berbeda minat dan bakatnya. Ini sekaligus mencerminkan dua akhlak mayor wanita yang ada di dunia.

Jumat, 14 Juni 2013

KUSTA, RSK DR. SITANALA, DAN NIKAH MASSAL (3)

.............


Akhirnya istri itu tidak jadi bercerai dengan suaminya. Ia merawat dan memperhatikan suaminya senantiasa. Bahkan kini, hidup mereka lebih bahagia.

“Kita harus kasih pengertian kepada pasien dan keluarganya. Supaya pasien (kusta) tidak terbuang,” ia mengakhiri cerita suami istri itu sambil tersenyum.

Sudahkah Anda menerima mereka?
Sudahkah Anda menghargai mereka?
Sudahkah Anda menyemangati mereka?

KUSTA, RSK DR. SITANALA, DAN NIKAH MASSAL (2)


.........

Oh iya… Bener… Bener…

“Jadi 1001 (perbandingan) orang yang menengah ke atas (untuk terkena kusta).”


Sedikit pasien meninggal. Antara satu sampai sepuluh, hanya tiga yang meninggal, menurut Ibu Elisabet. Yang membuat ngeri hanyalah kecacatan yang ditimbulkan penyakit akibat bakteri Mycobacterium leprae ini. Kusta tidak menyerang lever. Tidak menyerang jantung. Dari seribu pasien, delapan ratus sembuh total, asal rajin menjalani pengobatan. Kusta menyerang saraf tepi. Pasien-pasien yang meninggal adalah mereka yang terkena penyakit komplikasi. Minuman keras. Rokok. Hidup tidak sehat. Tidak bersih. Itulah penyebab-penyebab kematian. Ulah mereka sendiri.
Kusta basah. Kusta kering. Dua jenis kusta. Luka-luka dan bernanah, itu adalah karakteristik kusta basah. Reaksi dan menimbulkan cacat permanen di anggota tubuh, itu adalah karakteristik kusta kering. Mengerikan, namun tidak mematikan.

KUSTA, RSK DR. SITANALA, DAN NIKAH MASSAL (1)


KUSTA, RSK DR. SITANALA, DAN NIKAH MASSAL
Oleh Maria Meidiatami Kira


 “KUSTA susah matinya!” ujar seorang perawat Rumah Sakit Kusta Dr. Sitanala berdarah Sumatera, Ibu Elisabet namanya.

            Mata sayu. Rambut pendek, sebahu. Anting-anting. Gelang. Kalung. Cincin. Silver. Senyum. Senyum sumringah tersungging di wajah ibu yang lahir pada 24 Oktober 1963 yang masih segar itu. Garis-garis halus di tepian matanya lah yang bercerita tentang lika-liku dunia, yang hampir setengah abad ini ia jalani. Seorang ibu dengan dua putri. Seorang Istri.
Saat bercerita, gelak tawa kecilnya yang khas ibu-ibu mewarnai pendapat-pendapat masyarakat yang masih menganggap kusta sebagai sesuatu yang ngeri. Perawat ini seperti Ernesto Che Guevara, seorang calon dokter yang melakukan perjalanan menuju rumah sakit kusta terbesar di San Pablo dengan mengendarai sepeda motor, dalam The Motorcycle Diaries.

Bersama dengan ibu Elisabet


Sabtu, 08 Juni 2013

Kusta Tidak Nista, Kawan. (4) - The Motorcycle Diaries

LEPROPHOBIA, semacam phobia atau ketakutan atau kekhawatiran berlebihan kepada penderita atau penyakit kusta. Mereka yang mengidap Leprophobia akan merasa gatal apabila mendengar, melewati, memandang penderita penyakit yang disebabkan Mycrobacterium leprae itu.

Namun, Leprophobia ini tidak dialami oleh Ernesto Che Guevara dan temannya Alberto Granado.

Bercerita tentang pengalamannya menuju San Pablo, koloni terbesar pengidap kusta, Che menuangkan warna-warni harinya dalam "The Motorcycle Diaries".

Rabu, 05 Juni 2013

Semangat DEADLINE

Ini pos kedua tentang deadline. Ya. Lagi-lagi deadline!

Ga bisa dipungkiri, manusia harus punya motivasi dalam hidupnya. Terkadang, motivasi sendiri membutuhkan dorongan tersendiri untuk mewujudkannya.

Itulah arti hadirnya deadline, berfungsi sebagai dorongan, tekanan, dan motivasi bagi hidup manusia.

Kusta Tidak Nista, Kawan. (3)

RSK Dr. Sitanala ini dulunya adalah rumah sakit kusta terbesar di Asia. Banyak pasien berasal dari luar negeri, seperti India, salah satunya. Kini, negara-negara yang dulunya mengirimkan pasien ke RSK Dr. Sitanala, sudah memiliki rumah sakit kustanya sendiri.

Zaman makin maju dan pengobatan-pengobatan dilakukan kepada penderita kusta. Jumlah penderita yang ada di Indonesia, khususnya di Sitanala sudah jauh menurun.

Dulu, sekitar seratus penderita kusta masuk rumah sakit tiap harinya. Dalam waktu sebulan, ada 1200 lebih pasien yang dirawat di sana.

Rata-rata yang menderita penyakit akibat bakteri Mycobacterium leprae ini berasal dari daerah pesisir dan pegunungan, serta berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Mengapa?

Minggu, 02 Juni 2013

16 Going On 17 Cover (The Sound Of Music)

16 Going On 17 Cover (The Sound Of Music)

Kusta Tidak Nista, Kawan. (2)

"Mereka gak pernah dikunjungi orang lain. Jadi, kalo kalian ke sana (ruang rawat pasien kusta), mereka pasti senang sekali," kata seorang perawat yang sudah lama mengabdi di sana. Ibu Elisabet namanya.

Pasien-pasien penderita kusta ini hanya menghabiskan hari-hari mereka di rumah sakit saja. Di dalam ruang perawatan yang lluas, berjajar tempat tidur-tempat tidur, kira-kira ada dua belas, untuk mereka tidur. Di Seruni, hanya ada empat pasien yang masih menjalani perawatan. Dan ruangan ini dikhususkan untuk pasien perempuan.

Sabtu, 01 Juni 2013

Kusta Tidak Nista, Kawan. (1)

Sabtu ini mendung. Matahari murung. Hanya semangat dan doa yang saya junjung. Bersama teman-teman, Intan dan Mando, saya menelusur jalanan "baru". Sekitar 45 menit perjalanan menuju Rumah Sakit Kusta Dr. Sitanala itu.

Rumah sakit itu nampak kuno, namun ada kesan modern. Warnanya hijau muda, dan bangunannya berbentuk khas Belanda. Halaman luas membuat kami menelusur jalanan rumah sakit itu dengan mengendarai motor.

Selasa, 21 Mei 2013

Cast Away

Film drama tentang kehidupan menyendiri dan lumayan ngeri. Harus menghadapi kenyataan bahwa ia hidup di suatu pulau, seorang diri, Chuck Noland (seorang yang bekerja di FedEx), selamat dari sebuah kecelakaan maut. Pesawat FedEx yang ditumpanginya jatuh di Samudera (..........). Di hari itu, ia meninggalkan kekasihnya, Kelly, dan berjanji akan kembali pada malam tahun baru.

Ia tiba saat pagi hari di sebuah pulau tak berpenghuni. Hanya dirinya, perahu karet, beberapa paket FedEx, dan nasib yang mujur.

Selasa, 14 Mei 2013

Balada Penjual Pastelia


BALADA PENJUAL PASTELIA

Oleh Maria Meidiatami Kira



Gua jatoh dari motor kayak gayanya Superman!” suara nyaring itu terdengar menggebu di kelas.

“Berarti lu gak jua……..”

***

“Aku hari ini mau sarapan Pastelia aja ah!” dengan muka lusuh yang segar, saya menentukan menu sarapan.

Greeeek… cekrek…

Kaki melangkah masuk ruang kelas. Kiri. Kanan. Kiri. Kanan. Kiri. Kanan. Menuju bangku di baris kedua, paling ujung, luar.

Kruyuuuk…
           

Selasa, 07 Mei 2013

Tilik Imogiri


TILIK IMOGIRI

Oleh Maria Meidiatami Kira



‘SELAMAT DATANG DI MAKAM RAJA-RAJA.’

“Pak, di sini tempat parkirnya, ya?” tanya mama saya, dari kemudi mobil.

Seorang lelaki mendekat. Baju tradisional Jawa-nya berwarna hijau. Ia memakai jarik, kain batik panjang yang dilingkarkan di pinggang sebagai bawahan. Ia mengenakan blangkon, semacam topi, khas Jawa. Kulitnya sawo matang. Keriput ada di bagian mata dan sekitar pipinya.

“Bisa. Tapi dari sini masih naik lagi. Jauh,” katanya.

“Mobil bisa naik nggak ke sana?”

“Bisa. Mari, saya antar,” ujar lelaki itu dengan logatnya yang halus dan medhok. Ia mengambil sepeda motor tuanya. Mulai memandu.

Naik… Naik…
Ke puncak (bukit) gunung…
Tinggi…
Tinggi sekali…

Selasa, 30 April 2013

ITULAH CERITA SI PENGASUH


ITULAH CERITA SI PENGASUH

Oleh Maria Meidiatami Kira



Timang-timang anakku sayang,
cepatlah tidur, janganlah nakal….
Timang-timang anakku sayang,
mimpi yang indah, nyenyakkan tidurmu….

            Sayup-sayup angin dingin, berbisik, menghantarkan suara girang para bocah sore itu, kepada Ningsih. Engsel ayunan berderit, menemani tawa ceria para balita yang ditemani pengasuhnya. Begitu pula yang dilakukan seorang ibu berusia 30 tahun itu, sehari-hari.
            Rambutnya tipis, hitam, diikat satu. Wajahnya belum berkerut. Lesung pipit di kedua pipinya menjadi saksi bisu suka-duka hidup. Kulitnya sawo matang, sebagian karena terik matahari. Tubuhnya mungil, kurus. Bajunya rapi. Biru muda. Pakaian khas pengasuh.